Faktor Organisasional Terhadap Mutu Perguruan Tinggi Swasta Di Provinsi Riau

Penulis

  • zulkifli z STIE TN DUmai
  • Nur Dahlia STIE Tuah Negeri Dumai

Kata Kunci:

Faktor Organisasional, Mutu, Perguruan Tinggi

Abstrak

Perguruan tinggi yang bermutu tentunya menjadi sebuah impian dan harapan utama bagi masyarakat. Disamping perguruan tinggi melakukan aktifitasnya sebagai Lembaga yang mencerdaskan anak bangsa, perguruan tinggi dengan keterbukaannya dalam menjalankan aktivitasnya tentu tidak terlepas dari berbagai masukan positif maupun negative. Sejalan dengan tuntutannya yang mengharuskan menjadi institusi yang professional dan berkualitas dan mampu menjadi penggerak aktifitas di masyarakat dengan berbagai inovasi yang dilakukan juga sangat diharapkan. Namun bagaimana bagaimana faktor internal serta faktor eksternal organisasional diPerguruan Tinggi Swasta Provinsi Riau merupakan tujuan dari penelitian ini. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini disajikan secara deskriptif dan verifikatif. Melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau, dengan menggunakan data primer dan sekunder sebagai jenis data yang dibutuhkan diperoleh hasil penelitian yaitu faktor eksternal (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Mutu Perguruan Tinggi. Artinya faktor eksternal (X2) memberikan kontribusi terhadap mutu perguruan tinggi sebesar 0,275. Dengan demikian semakin baik faktor eksternal (X2) maka akan meningkatkan Mutu Perguruan Tinggi.

Referensi

Afrizal, D., Al-Amaren, E. M., & Yusuf, I. M. (2021). the Participation of the Breeders : Regional Regulation of Dumai City Concerning Livestock and Pets. Yustisia Jurnal Hukum, 10(1), 84. https://doi.org/10.20961/yustisia.v10i1.49001

Afrizal, D., & Sahuri, C. (2012). Analisis Manajemen Pelayanan Publik. Jurnal Administrasi Pembangunan, 1(1), 47–50.

Afrizal, D., Wallang, M., Erlianti, D., Hijeriah, E. M., & Suri, D. R. (2021). Intention To Use E-Learning for Undergraduate Students In The New Normal Era. International Conference on Science Technology And Engineering Research.

Basna, F. (2016). Analisis Gaya Kepemimpinan, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasi dan Kompetensi terhadap Kinerja Pegawai. Jurnal Riset Bisnis Dan Manajemen, 4(3).

Daft, R. L., & Daft, R. L. (2009). Principles of management. South-Western, Cengage Learning India Pvt. Limited.

Griffin, R. W., Phillips, J. M., & Gully, S. M. (2016). Organizational behavior: Managing people and organizations. Cengage Learning.

Jonathan, S. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif (Edisi Pert). Graha Ilmu.

Jones, N. (2003). Competing after radical technological change: The significance of product line management strategy. Strategic Management Journal, 24(13), 1265–1287.

Robbins, Stephen P, & Judge, T. A. (2008). Perilaku organisasi edisi ke-12. Jakarta: Salemba Empat, 11.

Robbins, Stephen Paul, & Coulter, M. K. (2007). Management in sociaalagogische beroepen. Pearson Education.

Ruky, A. S. (2002). Sistem manajemen kinerja. Gramedia Pustaka Utama.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian manajemen. CV. Alfabeta.

Wahyuniardi, R., & Nababan, H. R. (2018). Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Serta Dampaknya Pada Kinerja Karyawan. Jurnal Teknik Industri, 19(2), 118–126.

Unduhan

Diterbitkan

11-09-2021

Cara Mengutip

z, zulkifli, & Dahlia, N. (2021). Faktor Organisasional Terhadap Mutu Perguruan Tinggi Swasta Di Provinsi Riau. Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Pajak, 1(2), 25–30. Diambil dari http://ojs-ejak.id/index.php/Ejak/article/view/20